bunga-bunga hujan...

September ini akan segera usai, dan barisan mimpi-mimpi itu masih menggantung di langit-langit rumah, ia seperti hiasan kertas warna-warni yang dipasang untuk perayaan ulang tahun seorang bocah. Ramai, ceria, penuh kejutan, tapi juga kadang pantulan warna-warnanya membuat pandangan menjadi silau, juga sekaligus diam-diam mengundang gerah bila ia dibiarkan lama-lama padahal pesta telah usai.
September ini saya lalui dengan sedikit banyak gundah, campur aduk seperti hiasan kertas warna-warni di langit-langit rumah itu, meski begitu, diam-diam rasa cemas itu tetap ku bungkus rapat-rapat, dan berharap kau tak akan pernah menemukannya dalam garis-garis wajahku. Kalaupun kau telah melihatnya dalam mataku, tak perlu ikut-ikutan cemas, biarkan saja ia menjadi milikku, sebab saya tak pernah ingin membagi sesuatu yang berbentuk "kecemasan" kepadamu, seberapa kecilpun itu.
Sebentar lagi September ini akan pergi, dan bulan-bulan berikutnya akan dipenuhi dengan bunga-bunga hujan yang tumbuh di halaman rumah. Saya berdoa...bila nanti ia merekah, semoga saja kita bisa selalu melihatnya dari jendela yang sama....

Makassar, 26 September 2009 - 11:00

satu waktu

Satu waktu lagi terlewati..
360 bulan, 10.950 hari, 262.800 jam dan 15.768.000 menit, dan 946.080.000 detik dari setiap tarikan nafas, dan juga nikmat hidup yang telah diberi.
Semoga saya tak pernah menjadi orang-orang yang lupa untuk terus bersyukur....

Makassar, 25 september 2009 - 00:00

bab menjaga hati

Pagi ini saya berupaya tidak tidur lagi setelah bangun subuh, masih dengan sisa-sisa kantuk yang tak mau pergi dari kelopak mata. Saya mencoba melewati detik demi detik jam tugas piket ini, sampai nanti berakhir usai siaran kabar petang.
Ramadhan ini memang membuat siklus tidur dan metabolisme tubuh melenceng jauh dari kebiasaan. Tapi bagusnya, hingga hari ke 23 ramadhan ini, saya selalu merasa baik, bahkan sangat baik, meski dengan garis-garis hitam terlukis norak pada dua kelopak mata, yang selalu membuatku kerepotan menghapusnya jelang tugas siaran berita.
Ini bulan baik, hanya datang setahun sekali, dan sebentar lagi akan segera pergi. Saya sedang menghitung ulang, seberapa besar rasa syukur yang saya punya, juga seberapa banyak noda hitam pada hati yang sudah saya bersihkan.
Rasanya bab "menjaga hati" ini selalu menjadi bagian yang paling sulit dalam kitab kehidupan setiap manusia. Saya percaya, bahwa segala kebaikan atau kejahatan, akan selalu bermula dari seberapa tekun kita merawat hati.
Sampai detik ini, dalam peperangan menjaga hati, saya merasa masih saja selalu kalah berkali-kali.Masih sering kurang ikhlas, masih suka berburuk sangka, masih suka membicarakan hal-hal yang tidak penting, masih membiarkan dendam tersimpan lama-lama, masih suka menghitung dan mengingat kebaikan sendiri.....

Makassar, 13 september 2009 - 09.00 wita