kita di pagi ini

Saya tergesa-gesa menulis catatan ini pagi-pagi, berusaha merampungkannya sebelum pagi ini kita melewati prosesi suci bagi kehidupan kita yang 'baru'. Saya menulis ini untukmu, seseorang yang dipilih Allah untuk menemaniku melewati sisa waktuku.
Seorang teman bertanya, tentang bagaimana kita dipertemukan, saya bilang "baca saja undangan pernikahan yang berbentuk komik itu". Setidaknya secara umum seperti itulah cara Allah mempertemukanku denganmu. Meski sebetulnya, ceritanya tidak sesederhana yang termaktub dikomik itu. Tapi soal itu biar saja hanya kita yang tahu,tentang semua duka bahagia itu, juga tentang doa-doa yang selalu kita lafalkan diam-diam saat gelap mulai datang.
Sebelum berangkat ke kotamu ini, saya sempat bersih-bersih rumah, menyiapkan semua yang bisa saya siapkan untuk menyambutmu nanti.Kau akan datang, lalu dari rumah kecil itu, kita akan belajar melihat dunia dari jendela yang sama. Kita akan mengelola sebuah perusahaan, yang kau sebut sebagai "perusahaan hati", dengan ilmu yang kita pelajari dari sebuah tempat yang bernama sekolah kehidupan.
Tentu tak semudah mengelola perusahaan lain yang sudah lazim kita dengar, seperti juga namanya, kita pun harus mengelolanya dengan hati, karena investasi kita adalah keikhlasan dan kesabaran, dan yang kita produksi adalah kejernihan pikiran.
Pernah aku bertanya, apa yang membuatmu bersedia menemaniku melewati waktu?, "karena kau bisa membimbingku,mengandeng tanganku, kau mau berhenti sejenak saat aku lelah,lalu menyemangatiku untuk berdiri dan meneruskan perjalanan", begitu katamu. Jika aku masih saja terus bertanya,biasanya kau akan bilang "jangan tanya-tanya lagi...nanti aku berubah pikiran..hehe...:)."
Beberapa temanku,sambil bercanda menganjurkan saya untuk sering memperbaharui mantra setiap malam jumat, katanya supaya kau selalu tetap berada disisiku..hehe...saya bilang tak ada mantra, bahkan saya juga tak punya apa-apa, tapi yang jelas akan kulakukan apapun untuk menjagamu disepanjang sisa hidupku.
Mulai pagi ini, semua dalam hidup kita akan terasa berbeda. Barangkali kita akan menemukan kejutan-kejutan dari kebiasaan-kebiasaan kita yang tersembunyi sebelum ini. Semoga Allah melapangkan jalan kita, dan menjadikan kita keluarga yang diridhoi dan dirahmati, hingga nanti ketika kita tiba di ujung waktu amien....

Surabaya, 26 Maret 2010-08.30

salam...

Hanya tersisa beberapa hari lagi...semoga dipanjangkan usia jaman dalam selamat, sejahtera dan sentosa. Kami hanya ingin membagi kebahagiaan ini, mohon doa restunya untuk kami, Budi Zulkifli dan Mezayu Anggia Safitri, yang akan melangsungkan pernikahan pada hari jumat pagi, 26 maret 2010 di Surabaya. Semoga Allah melapangkan jalan bagi kami, menjaga keluarga kami, sampai nanti ketika kami tua dan renta,...sampai nanti bila kami tiba diujung waktu...[budi dan mezayu]

Makassar, 18 Maret 2010 - 19.45 wita

nomor satu

Hari ini lumayan sepi,agak susah mencari liputan yang standar berita nasional. Tadi koordinator peliputan daerah nelpon, katanya biro-biro tidak siaran di kabar siang kali ini. Hhmmm..bagus juga, setidaknya ada sedikit jeda untuk santai-santai barang sejenak..:)
Belakangan ini kerjaan makin bertambah, apalagi sejak ada program "kabar pagi sulsel" yang berdurasi 30 menit, mulai senin hingga jumat, dengan program liputan khusus tematik setiap hari senin. Belum lagi kejar setoran program-program nasional tiap hari. Kadang ingin mengeluh, karena jatah libur sering dipangkas, tapi kami harus selalu terjaga, seperti motto para pemburu berita, " semua orang boleh tertidur, tapi berita tak pernah tidur".
Kalau pada ulang tahun kali ini tagline kami dua tahun nomor satu, karena sebagai stasiun tv yang baru berusia dua tahun, kami mampu mencapai banyak hal. Nanti tahun berikutnya, kami juga harus mejadi tiga tahun nomor satu, lalu empat tahun nomor satu, terus lima tahun nomor satu, sampai bertahun-tahun tetap menjadi nomor satu. Dan itu berarti, para prajurit seperti kami harus tetap bersiaga, supaya tiap hari selalu menjadi nomor satu sebagai pilihan pemirsa.
Kami ini seperti serdadu, kata Iwan Fals : "para serdadu seperti peluru, tekan picu melesat tak ragu...perintah datang karangpun diterjang...". Sejujurnya, kami selalu punya militansi, punya semangat, tentu saja asal kami selalu dalam kondisi sehat walafiat, tak seperti yang dialami Cureq si "bintang tamu" itu, technical director tvone biro Makassar itu sudah dua hari tak masuk kantor karena sakit.
Gosipnya Cureq terkena gejala tipes, tapi informasi dari pak Takbir tadi siang, katanya Cureq mengaku terkena amnesia,hehehe...pasti si bintang tamu itu salah bicara lagi, saya yakin yang dia maksud adalah anemia, bukan amnesia. Barangkali itu akibat kelelahan, usai menjalani live diberbagai tempat beberapa hari terakhir ini. (oya, tentang kenapa Cureq disebut bintang tamu, biar saja hanya Tuhan dan juga orang-orang kantor disini yang tahu hehe...).
Nah, itu cerita tentang Cureq, sementara saya sendiri, dua malam kemarin terbaring menggigil, meriang panas dingin . Sebelum itu, saat liputan bentrokan eksekusi lahan di jalan Pandang Raya, saya setengah mati menahan perih dimata dan sakit kepala minta ampun, akibat terkena gas air mata yang ditembakkan personil brimob saat berupaya menghalau warga yang menyerang polisi.
Ah, tapi itu semua soal kerjaan, sejak pertama kali memutuskan bekerja di bidang ini, saya telah memahami semua konsekuensinya. Sebenarnya yang sedikit membuatku risau adalah, nanti bila tiba waktunya, dan terjadi hal-hal diluar batas kenormalan sebuah pekerjaan, semoga saja kau selalu sabar menungguku pulang, tentu saja dengan senyummu yang paling manis dihari itu. Karena bukan hanya di kantor, tapi dirumah sayapun ingin selalu menjadi nomor satu untukmu....

Makassar, 27 Februari 2010 - 17.00 wita