warna-warna

Saya akhirnya memilih linen white, super white, fresf 704, dan juga envilux 905. Syukurlah hasilnya tidak begitu mengecewakan, tadi saya juga sudah bilang sama Daeng Beta, untuk merapikan lagi beberapa bagian yang masih terlihat belang-belang....
Semoga setelah ini, ia akan menjadi tempat bernaung yang penuh damai, juga menjadi sesuatu yang akan menyelamatkan saya dari segala penat. Senang rasanya, akhirnya saya punya sebuah tempat untuk pulang, setelah bertahun-tahun kata pulang itu seperti menjadi sesuatu yang abstrak bagi saya.
Kelak, suatu saat nanti, saya hanya berharap ia menjelma seperti apa yang ada dalam imajinasi saya, tentu bukan sesuatu yang berlebih, hanya tentang sebuah keluarga kecil yang sederhana...

Makassar, 8 Desember 2008 - 04:00 dini hari

5 comments:

mata air said...

wait for me, bro...sbentar lg saya kayaknya juga udah punya rumah kecil terpagar rindang pepohonan.thanks bgt buat the secretnya! hahahahahaha...hidup the secret.eh, setelah ini apalagi yah?

budhie said...

iya bro..karena kita adalah apa yang kita pikirkan...dan pikiran-pikiran kita adalah doa yang sadar atau tidak sadar selalu kita pancarkan kepada sang pemilik semesta..

Ve Miranty said...

Amienn... Pokoknya Ve doain yang terbaik dehh buat kaka berdua... Ntar kalo kaka berdoa, ingat doain Ve juga yah... (n_n)

Wahhh senangnya punya banyak kaka yang hebat-hebat...

pasarcidu said...

Bro, setiap pejalan membutuhkan tempat pulang, membaringkan tubuh yang penat didera perjalanan, tempat sekedar sembunyi dr dunia yang begitu pikuk ini...

Selamat Bro, semoga kau izinkan aku singgah menonton hujan yang merambat di jendelamu...

budhie said...

wahh..bro ahmad,..mampirlah barang sepeminuman teh...: )

Amien Vee...kami juga bangga, punya ade' yang hebat...: )