selamat pagi

Pagi ini, agak telat bangun, masih juga terasa berat di kepala, dan seperti biasa saya akan menunda waktu mandi pagi hingga listingan dan rundown siang beres dulu, biar bisa mandi dengan tenang tanpa diganggu suara telpon yang tak bosan-bosannya berdering….
Semalam mataku panas, juga nafasku, saya lebih memilih memeluk guling dipojok ruang siaran, harus kuat, jangan sampai drop lagi, karena untuk orang-orang yang hidup jauh dari rumah seperti saya, merawat diri sendiri yang sedang sakit adalah hal terkonyol yang sudah sering saya lakukan.
Malam juga jadi terasa agak lama dari biasanya, padahal sebenarnya tidak ada yang berbeda dari setiap detak jarum jam di dinding itu. Anak-anak juga kulihat lumayan sibuk, ada kebakaran gudang gas elpiji di jalan Tentara Pelajar, juga seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang ditembak secara misterius di daerah Panakukang, kasihan...padahal katanya mahasiswa tersebut sementara menyusun tugas akhirnya untuk meraih gelar sarjana...

*****

“….dan pagi ini sebenarnya saya ingin bercerita banyak, seperti dari sebuah rumah, kita melihat dunia dari jendela yang berbeda..…tapi saya sulit menuliskannya. Biar saja semuanya hening, dan menjadi doa dalam diam, hingga tiba saatnya nanti, ketika waktu membuka semua rahasia…..”

Makassar, 18 Juli 2008 – 10 : 00 wita

2 comments:

Vie said...

bang budi ga boleh sakit, kalo sakit ga seru..ga da yang siaran lagi dengan dasi yang miring? hehehe.bang..suddenly, ngerasa bosan dengan rutinitas di kantor ini...ingin berjuang lagi di lapangan..

Sartika Nasmar said...

Kak, jaga kesehatan ya.. Karena waktu membutuhkan Kak Budi untuk bercerita tentang dunia...

Btw, makasih udah comment di blogku.